Fakta Unik Penampilan ke-200 Mauro Icardi di Serie A Italia

Striker dan kapten Inter Milan, Mauro Icardi mencatatkan pencapaian pribadi setelah melakoni laga ke-200 di pentas serie A Italia. Catatan itu diraih saat Inter menjamu Frosinone pada giornata 13 Serie A 2018/19, Minggu (25/11). Laga pun berahir manis dengan kemenangan 3-0 untuk Nerazzurri. Sayangnya, Icardi gagal menyumbang gol. Ia memang baru masuk di menit 77, menggantikan Lautaro Martinez, ketika Inter sudah unggul 2-0. Keita Balde Diao menjadi aktor utama dengan dua gol dan satu assist untuk Lautaro Martinez.

Laga Inter vs Frosinone menjadi pertandingan ke-200 Mauro Icardi di Serie A. Uniknya, Icardi mencatatkan penampilan ke-100 di kompetisi ketika melawan Frosinone pada 22 November 2015. Di laga ke 100 itu, Icardi mencetak satu gol dan membantu Inter menang 4-0.

Icardi melakoni debut di Inter pada 25 Agustus 2013 dimana dia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga menghadapi Genoa yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk inter. Gol pertamanya untuk Inter dicetak pada laga Derby d’Italia menghadapi rival Juventus pada 14 September yang berakhir imbang 1-1. Karier Icardi di Inter pada musim pertamanya kurang bersinar dikarenakan cedera yang membuatnya melewatkan hampir sebagian besar laga di musim 2013-14.

Icardi bermain saat inter berhadapan dengan Lazio pada 10 Mei 2014. Laga ini menjadi laga profesional terakhir kapten Nerazzurri  saat itu, Javier Zanetti. Inter berhasil memenangi laga dengan skor 4-1 dan mengamankan tiket Play-Off ke Liga Europa. Icardi mencetak gol kedua inter di menit ke 37 setelah menerima umpan dari Kovacic. Dia merayakannya bersama sang kapten Javier Zanetti.

Sepanjang kiprahnya, Mauro Icardi dua kali menjadi Capocannoniere alias pencetak gol terbanyak Serie A. Eks striker Sampdoria meraih prestasi tersebut di musim 2014/15 dan 2017/18 namun tak pernah sendirian.
Pada musim 2014/15, Icardi mencetak 22 gol bersama Luca Toni (Hellas Verona). Pada musim 2017/18, Icardi mencetak 29 gol bersama Ciro Immobile (Lazio). Musim ini, Icardi sudah mengemas tujuh gol dalam sepuluh penampilan di Serie A untuk Inter Milan.

Dari 200 penampilan si kasta tertinggi sepakboila Italia, striker Argentina berusia 25 tahun tersebut mencatatkan 117 gol atas namanya.

Statistik Mauro Icardi di Serie A:

2012/13 – Main 31, gol 10 (Sampdoria)
2013/14 – Main 22, gol 9 (Inter Milan)
2014/15 – Main 36, gol 22 (Inter Milan)
2015/16 – Main 33, gol 16 (Inter Milan)
2016/17 – Main 34, gol 24 (Inter Milan)
2017/18 – Main 34, gol 29 (Inter Milan)
2018/19 – Main 10, gol 7 (Inter Milan).

Juventus Kejar Gelandang Baru: Ramsey atau Herrera

Raksasa Serie A, Juventus dikabarkan akan mempertebal lini tengah dengan membidik pemain gelandang. Media Itaila menyebut dua nama berpotensi menjadi rekrutan klub Turin pada bursa transfer Januari nanti: Ramsey atau Herrera.

Demi memboyong Aaron Ramsey, Juventus pun telah mengalokasikan dana dan tawaran gaji besar bagi pemain berkebangsaan Wales. Setelah proses negosiasi panjang, Arsenal sepertinya hampir pastitidak akan memperbarui kontrak sang pemain dan melepasnya dengan free transfer. Meski bisa mendapatkan secara “gratis” namun klub peminta juga harus bisa membujuk Ramsey dengan bayaran yang sesuai.
Juve menawarkan gaji senilai 11,7 juta euro atau setara dengan 10,4 juta poundsterling atau hampir 200 miliar rupiah per musim kepada Ramsey dengan kontrak selama empat musim. Dilansir dari The Sun, Ramsey sendiri bisa menggelar negosiasi dengan klub luar Inggris mulai Januari mendatang termasuk melakukan perjanjian prakontrak dengan calon klub barunya.
Juventus tak sendiri sebagai peminat karena raksasa Jerman, Bayern Munchen juga dikabarkan siap menampung sang gelandang berusia 27 tahun itu. Perwakilan Bayern bahkan memantau aksi Ramsey dalam laga UEFA Nations League antara Wales kontra Denmark kemarin.

 Selain menargetkan Ramsey, Juventus juga menjadikan Hector Herrera sebagai kandidat ideal. Punya visi permainan yang bagus sehingga ia mampu menjadi pengatur permainan yang baik. Saat ini pelati hAllegri memang sudah punya sederet gelandang mumpuni Sebut saja Khedira, Emre Can, Blaise Matuidi, Pjanic dan Cuadrado namun agaknya Si Nyonya Tua masih membutuhkan peran playmaker.

Saat ini status gelandang pengatur aliran bola Juventus hanya dipegang oleh sosok Miralem Pjanic. Namun tidak ada pemain yang memiliki kualitas hampir setara dengan Pjanic. Alhasil mereka berusaha mencari playmaker baru untuk meringankan tugas pemain eks AS Roma tersebut.
Untuk transfer Herrera, Juventus ternyata punay siasat bersabar. Mereka lebih emilih menunggu kelanjutan kontrak sang pemain dengan Porto. Jika tak diperpanjang, musim panas tahun depan Herrera sudah berstatus sebagai free agent. Alhasil Juventus tidak perlu mengeluarkan biaya untuk merekrut sang pemain.