Ini Alasan Juventus Boyong Cristiano Ronaldo

Ini-Alasan-Juventus-Boyong-Cristiano-Ronaldo-1

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero baru-baru ini membeberkan alasan Juventus boyong Cristiano Ronaldo pada awal musim 2018/19 ini. Menurutnya, pemain berusia 34 tahun tersebut di datangkan untuk membawa trofi Liga Champions menuju ke Turin.

Si Nyonya Tua membeli Ronaldo dari Real Madrid dengan harga 100 juta euro. Sang mega bintang pun jadi pembelian paling mahal sepanjang sejarah yang pernah dilakukan oleh klub asal Italia. Awalnya, banyak yang merasa Juve tidak perlu membeli Ronaldo karena sudah punya skuad yang solid. Namun, sejauh ini terbukti bahwa Juve memang membutuhkan pemain dengan mentalitas seperti pemain asal Portugal itu.

Berikut ulasan Juventus boyong Cristiano Ronaldo

Ini-Alasan-Juventus-Boyong-Cristiano-Ronaldo--2

Untuk Liga Champions

Hal utama Juventus boyong Cristiano Ronaldo adalah untuk memenangkan Liga Champions. Menariknya sang pemain mampu beradaptasi dengan baik dengan gaya permainan sepakbola Italia. Tercatat gol demi dirinya telah berikan untuk Juve di Serie A. Sejauh ini, pemain asal Portugal itu telah mencetak 19 gol di pentas Serie A.

Akan tetapi bukan hanya di Serie A saja, magis Ronaldo juga hadir di Liga Champions. Dimana dia menjadi penentu kelolosan Juve ke peremat final lewat hattrick ke gawang Atletico Madrid. Dan, karena alasan itulah Ronaldo dibeli Juve.

“Karena alasan Liga Champions maka Juventus membelinya. Dia adalah seorang juara yang sudah memenangkan gelar dan ini dan tahu bagaimna cara menjalani laga-laga sulit. Dia bermain baus dan mencetak gol. Ronaldo selalu fokus pada apa yang jadi targetnya. Juventus mengontraknya untuk Liga Champions dan rencana tersebut sejauh ini berjalan dengan sangat bagus.”Kata sang legenda Juventus tersebut.

Sempat terkejut

Del Piero mengatakan jika pada awalnnya dia tidak mneyangkan bahwa Juventus akan membeli Ronaldo dari Real Madrid pada musim ini. Karena dirinya menilai hal itu mustahil bisa membujuknya untuk bergabung ke Juve. Namun baginya, ini adalah sebuah kejutan yang dilakukan oleh pihak manajemen raksasa Italia tersebut.

Tentunya dengan kualitas yang di miliki Ronaldo sang legenda menilai sang pemain bisa bergabung dengan tim manapun jika ingin pindah dari Santiago Bernabeu. Akhirnya, usai dirinya mempersembahkan gelar juara Liga Champions untuk El Real, maka sang pemain memutuskan untuk bergabung ke Juventus pada musim ini.

“Sata sedikit terkejut. Tetapi tidak terlalu yang berlebihan. Ronaldo bisa memilih tim mana pun yang dia ingin tuju di dunia ini. Dan itu adalah bisnis yang bagus ketika dia memilih melanjutkan karir sepakbolanya bersama Juventus di tahun ini.”Kata Del Piero yang beberkan alasan Juventus boyong Cristiano Ronaldo.

Fakta Unik Penampilan ke-200 Mauro Icardi di Serie A Italia

Striker dan kapten Inter Milan, Mauro Icardi mencatatkan pencapaian pribadi setelah melakoni laga ke-200 di pentas serie A Italia. Catatan itu diraih saat Inter menjamu Frosinone pada giornata 13 Serie A 2018/19, Minggu (25/11). Laga pun berahir manis dengan kemenangan 3-0 untuk Nerazzurri. Sayangnya, Icardi gagal menyumbang gol. Ia memang baru masuk di menit 77, menggantikan Lautaro Martinez, ketika Inter sudah unggul 2-0. Keita Balde Diao menjadi aktor utama dengan dua gol dan satu assist untuk Lautaro Martinez.

Laga Inter vs Frosinone menjadi pertandingan ke-200 Mauro Icardi di Serie A. Uniknya, Icardi mencatatkan penampilan ke-100 di kompetisi ketika melawan Frosinone pada 22 November 2015. Di laga ke 100 itu, Icardi mencetak satu gol dan membantu Inter menang 4-0.

Icardi melakoni debut di Inter pada 25 Agustus 2013 dimana dia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga menghadapi Genoa yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk inter. Gol pertamanya untuk Inter dicetak pada laga Derby d’Italia menghadapi rival Juventus pada 14 September yang berakhir imbang 1-1. Karier Icardi di Inter pada musim pertamanya kurang bersinar dikarenakan cedera yang membuatnya melewatkan hampir sebagian besar laga di musim 2013-14.

Icardi bermain saat inter berhadapan dengan Lazio pada 10 Mei 2014. Laga ini menjadi laga profesional terakhir kapten Nerazzurri  saat itu, Javier Zanetti. Inter berhasil memenangi laga dengan skor 4-1 dan mengamankan tiket Play-Off ke Liga Europa. Icardi mencetak gol kedua inter di menit ke 37 setelah menerima umpan dari Kovacic. Dia merayakannya bersama sang kapten Javier Zanetti.

Sepanjang kiprahnya, Mauro Icardi dua kali menjadi Capocannoniere alias pencetak gol terbanyak Serie A. Eks striker Sampdoria meraih prestasi tersebut di musim 2014/15 dan 2017/18 namun tak pernah sendirian.
Pada musim 2014/15, Icardi mencetak 22 gol bersama Luca Toni (Hellas Verona). Pada musim 2017/18, Icardi mencetak 29 gol bersama Ciro Immobile (Lazio). Musim ini, Icardi sudah mengemas tujuh gol dalam sepuluh penampilan di Serie A untuk Inter Milan.

Dari 200 penampilan si kasta tertinggi sepakboila Italia, striker Argentina berusia 25 tahun tersebut mencatatkan 117 gol atas namanya.

Statistik Mauro Icardi di Serie A:

2012/13 – Main 31, gol 10 (Sampdoria)
2013/14 – Main 22, gol 9 (Inter Milan)
2014/15 – Main 36, gol 22 (Inter Milan)
2015/16 – Main 33, gol 16 (Inter Milan)
2016/17 – Main 34, gol 24 (Inter Milan)
2017/18 – Main 34, gol 29 (Inter Milan)
2018/19 – Main 10, gol 7 (Inter Milan).