Juventus Enggan Higuain Kembali Ke Italia

Juventus-Enggan-Higuain-Kembali-Ke-Italia-1

Juara bertahan Serie A, Juventus enggan Higuain kembali ke Turin. Bahkan mereka berharap agar Chelsea segera mempermanenkan sang pemain. Juve kabarnya sudah tidak membutuhkan jasa pemain asal Argentina tersebut di musim panas nanti.

Pada awal musim kemarin, Higuain dipaksa meninggalkan Juventus. Ia bergabung dengan AC Milan sebagai pemain pinjaman setelah Si Nyonya Tua mendatangkan Cristiano Romaldo ke Turin. Hal tersebut sempat membuat Higuain geram. Namun pada bulan Januari kemarin, Gonzalo Higuain kembali berpindah klub. Kal ini ia memutuskan pinhdah ke Chelsea untuk bereuni dengan Maurizio Sarri.

Akan tetapi reuni tersebut bisa dibilang tidak berjalan dengan mulus. Karena Higuain yang pernah bermain untuk Real Madrid itu tercatat baru tiga kali tampil di Liga Inggris sejak di datangkan pada Januari kemarin. Namun dilansir media setempat, Juventus sendiri berharap Chelsea mempermanenkan sang striker. Pasalnya mereka sudah tidak membutuhkan sang penyerang tersebut di dalam tim mereka. Nah dibawah ini merupakan ulasan Juventus tidak ingin memakai Higuain lagi.

Berikutt ulasan Juventus enggan Higuain kembali ke Turin

Juventus-Enggan-Higuain-Kembali-Ke-Italia--2

Kelebihan pemain

Menurut laporan, Juventus enggan Higuain kembali karena mereka sudah kelebihan stok penyerang di lini depan. Ya, sejauh ini Juve mengandalkan sosok Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala sebagai ujung tombak.

Namun dengan tiga striker ini, Dybala sudah minim mendapatkan jatah bermain. Untuk itu mereka merasa tidak perlu lagi kedatangan striker di tim mereka. Sehingga mereka berharap sang striker menetap di Chelsea. Apalagi jika Higuain kembali, tentunya akan membuat Massimo Allegri pusing dalam menentukan line up pemain.

Butuh uang

Selain untuk menjaga keseimbangan alasan lain Juventus enggan Higuain kembali. Karena mereka juga ingin menjual Higuain untuk mendapatkan dana transfer yang segar.  Dimana di harapkan dengan terjualnya sang pemain ke Chelsea dengan harga yang sesuai, maka Juve bisa membeli pemain baru lagi.

Hal itu dilakukan lantaran hadirnya sosok Ronaldo di kota Turin belum memberikan dampak untuk membawa gelar Liga Champions dan  di sisi lain keuangan mereka sendiri kurang stabil dalam satu tahun terakhir, sehingga mereka harus menjual beberapa pemain. Dimana salah satu pemain yang harus dijual adalah Higuain.

Harga mahal

Juventus-Enggan-Higuain-Kembali-Ke-Italia--3

Jika ingin mendapatkan Higuain maka Chelsea harus berani mengelontorkan dana sebesar 36 jura Euro. Harga yang mahal tersebut bisa saja menjadi The Blues akan berpikir dua kali.  Namun di sisi lain klub yang di miliki Roman Abramovich itu bisa saja membelinya. Karena di sisi lain klub asal London Barat tidak memiliki striker pengalaman selepas Alvaro Morata hengkang ke Atletico Madrid.

Sudah habis

Alasan Juventus enggan Higuain kembali ke Italia karena sang pemain dinilai karirnya sudah habis dalam urusan mencetak gol. Memang benar kala merumput di Juve selama dua musim catatan golnya sangat baik. Dimana dirinya sudah menceta 40 gol di Liga Italia dari total 73 laga.

Namun pemain yang kini berusia 31 tahun itu dinilai manajemen Juve sudah habis. Hal itu di buktikan usai dirinya hanya mampu bermain tiga laga dan mencetak dua gol Chelsea. Dengan catatan itulah Juventus tidak inginkan jasa Higuain.

Akan tetapi segala sesuatuya masih bisa terjadi apabila Higuain mampu tampil apik dan Dybala hengkang maka eks AC Milan tersebut akan menjadi opsi yang tepat untuk kembali bermain dan merumput bersama Juventus.

 

 

Fakta Unik Penampilan ke-200 Mauro Icardi di Serie A Italia

Striker dan kapten Inter Milan, Mauro Icardi mencatatkan pencapaian pribadi setelah melakoni laga ke-200 di pentas serie A Italia. Catatan itu diraih saat Inter menjamu Frosinone pada giornata 13 Serie A 2018/19, Minggu (25/11). Laga pun berahir manis dengan kemenangan 3-0 untuk Nerazzurri. Sayangnya, Icardi gagal menyumbang gol. Ia memang baru masuk di menit 77, menggantikan Lautaro Martinez, ketika Inter sudah unggul 2-0. Keita Balde Diao menjadi aktor utama dengan dua gol dan satu assist untuk Lautaro Martinez.

Laga Inter vs Frosinone menjadi pertandingan ke-200 Mauro Icardi di Serie A. Uniknya, Icardi mencatatkan penampilan ke-100 di kompetisi ketika melawan Frosinone pada 22 November 2015. Di laga ke 100 itu, Icardi mencetak satu gol dan membantu Inter menang 4-0.

Icardi melakoni debut di Inter pada 25 Agustus 2013 dimana dia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga menghadapi Genoa yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk inter. Gol pertamanya untuk Inter dicetak pada laga Derby d’Italia menghadapi rival Juventus pada 14 September yang berakhir imbang 1-1. Karier Icardi di Inter pada musim pertamanya kurang bersinar dikarenakan cedera yang membuatnya melewatkan hampir sebagian besar laga di musim 2013-14.

Icardi bermain saat inter berhadapan dengan Lazio pada 10 Mei 2014. Laga ini menjadi laga profesional terakhir kapten Nerazzurri  saat itu, Javier Zanetti. Inter berhasil memenangi laga dengan skor 4-1 dan mengamankan tiket Play-Off ke Liga Europa. Icardi mencetak gol kedua inter di menit ke 37 setelah menerima umpan dari Kovacic. Dia merayakannya bersama sang kapten Javier Zanetti.

Sepanjang kiprahnya, Mauro Icardi dua kali menjadi Capocannoniere alias pencetak gol terbanyak Serie A. Eks striker Sampdoria meraih prestasi tersebut di musim 2014/15 dan 2017/18 namun tak pernah sendirian.
Pada musim 2014/15, Icardi mencetak 22 gol bersama Luca Toni (Hellas Verona). Pada musim 2017/18, Icardi mencetak 29 gol bersama Ciro Immobile (Lazio). Musim ini, Icardi sudah mengemas tujuh gol dalam sepuluh penampilan di Serie A untuk Inter Milan.

Dari 200 penampilan si kasta tertinggi sepakboila Italia, striker Argentina berusia 25 tahun tersebut mencatatkan 117 gol atas namanya.

Statistik Mauro Icardi di Serie A:

2012/13 – Main 31, gol 10 (Sampdoria)
2013/14 – Main 22, gol 9 (Inter Milan)
2014/15 – Main 36, gol 22 (Inter Milan)
2015/16 – Main 33, gol 16 (Inter Milan)
2016/17 – Main 34, gol 24 (Inter Milan)
2017/18 – Main 34, gol 29 (Inter Milan)
2018/19 – Main 10, gol 7 (Inter Milan).

AC Milan Lirik Piero Gasperini Sebagai Kandidat Pelatih

Nama Piero Gasperini mulai gencar dihubungkan dengan AC Milan.  Manajemen Rossoneri kabarnya mulai mempertimbangkan opsi untuk mencari pengganti Gennaro Gattuso. Maklum, performa Milan di bawah Gattuso memang belum lagi optimal dan bahkan jauh dari konsistensi.
Gattuso memang telah mendapat kontrak baru di San Siro pada April 2018 lalu. Dengan kontrak tersebut, sejatinya “Rhino” Gattuso akan terus bertahan bersama Milan hingga tahun 2021. CEO anyar Rossoneri yakni Leonardo juga menggaransi bahwa posisi pelatih yang akrab disapa Rhino itu sementara ini cukup aman di San Siro.

 Akan tetapi, pernyataan Leonardo jelas bukan jaminan pasti. Apalagi menilik raihan AC Milan belakangan justru dianggap kurang memuaskan.

Milan kini berada di posisi lima klasemen sementara Serie A. Mereka meraup 21 poin dari 12 laga, terpaut 13 angka dari Juventus yang ada di posisi pertama. Sementara di ajang Europa League, tim ibukota mode itu pun mengalami fluktuasi, menang dan kalah, misal di leg dengan Real Betis.

Gattuso dinilai memang memadai jika berbicara soal memotivasi semangat anak buahnya. Namun, ia dinilai masih belum mumpuni dalam soal taktik formasi hingga alternatif skema menghadapi laga-laga tertentu. Kapasitas manajerial ini memang menuntut pengalaman dan kaliber seorang pelatih. Dilansir dari Tuttomercatoweb, Rossoneri sekarang mempertimbangkan untuk menjadikan Gasperini sebagai pelatihnya musim depan.

Sempat beredar kabar bahwa Milan sudah mendapat beberapa calon nama yang dianggap pantas menggantikan Gattuso.
Di antaranya adalah mantan pemainnya, Roberto Donadoni. Kemudian ada juga mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger.

Nama Gasperini lantas menjadi ideal. Eks pelatih Inter Milan yang juga sempat menangani timnas Italia itu sangat berpengalaman. Ia memulai karier sepakbola sebagai pemain di klub Juventus. Karier manajernya dimulai di Crotone kemudian Genoa, Inter Milan, Palermo dan musim ini menangani Atlanta.

Media asal Italia itu juga menyebut bahwa Milan bahkan sudah mengadakan kontak secara langsung dengan eks pelatih Inter Milan tersebut. Rossoneri disebut bertanya pada pelatih berusia 60 tahun tersebut apakah ia tertarik untuk menangani Gonzalo Higuain cs musim depan. Selagi belum ada cara daftar sbobet 2019 kelanjutan kabar minat Milan dan upaya kongkrit komunikasi, sejumlah pemain Milan mendukung Gattuso agar dipertahankan di San Siro.